Jumat, 25 Januari 2008

Semacam dendam, Sebuah sajak


Semacam Dendam

semua terasa semacam dendam
kau dan mereka menatapku dengan curiga
dengan rasa marah yang tak dapat kugambarkan
aku hanya ingin menatap diri
berhitung tentang banyak hal
dan merapatkan tubuh pada barisan angkaangka
tapi kau dan mereka mendengar
tangisanku serupa nyanyian
melengking panjang

aku hanya butuh pelukan
di mana ia menyayangiku dengan tandatanda
aku tak akan meminta banyak hal
karena aku merasa memiliki begitu banyak
hanya kepercayaan
yang tak pernah kudapatkan dari kau dan mereka
padanya kutemukan kesakitanku terasa
di tubuhnya

seperti hujan pagi ini
kutemukan genangan dicuram pipi
kau dan mereka
tapi aku tak pernah merasakan apaapa
tak ada yang tergetar dan ingin digetarkan
semua terkecap begitu tawar

beri aku rasa yang lain, cintaku
seperti waktu pertama kali
kau bertemu denganku
lalu merayu dengan bahasabahasa alam
tapi kalian selalu menatapku
dengan kuburan kemarahan
kemarahan yang membuatku
terjebak dan pincang

dengannya, ia selalu memberitahu
semua yang belum aku ketahui
dan yang sudah aku ketahui
akan kami rundingkan pula


november,2007

Selasa, 15 Januari 2008

Sajak Buat Catur Stanis


Anjing Tua dan Kupukupu Merah Jambu

catur stanis


anjing tua di sepanjang terowongan

jalan yang sunyi

memasang lampu wewarni

di setiap jengkal yang gegas

serupa bebunga, malaikat

dan ibu peri, kau undang menari

kau bayangkan

kekupu merah jambu itu iri

berkelepak kecil

dan diamdiam ikut menari

di kepalamu

anjing tua

sulur rapuh tubuhmu

mungkinkah tempat bertapa baru

kekupu merah jambu?

2007

Rabu, 26 Desember 2007

Sajak Musim Cinta


Musim Cinta


kutangkaptangkap hatimu

yang licin

tertangkap di musim

yang meretakkan tanah

kusentuh dadaku,

sempurna tak ada yang retak

di musim yang lain

tanah basah

pepucuk pohon mekar

tapi milikku tak ada yang retak

tak ada yang mekar

hatimu yang licin

membuat cintaku

tak mengenal musim

/kbr,2007

Selasa, 18 Desember 2007

Catatan Membanting Pintu


Catatan Membanting Pintu

Indrian koto

untuk berapa ratus kali lagi
aku membanting pintu
dan pergi dari rumah
lalu dengan santun mengetuk
untuk kembali pulang

bantinglah
bantinglah lebih keras
saat kau marah
maka lukisanmu di rumah ini
akan semakin mengabur
ditiup udara liar yang jahat, katamu

masih tertinggal bunyi
dengusan nafasku lebih cepat
dari detik

dan seakan penghitung waktu
mulai tak berfungsi sebagai mana

mestinya
saat kau pergi, tambahmu
perdebatan melulu itu
bermaafan dengan segala kedunguan
dan aku akan kembali membanting pintu

ah biarlah, tiap masalah
akan menemukan jalannya sendiri.

2007

Rabu, 05 Desember 2007

Sajak


Lelaki Berambut Kusut

–daeng liwang

aku menemuimu lagi disini

di antara lipatanlipatan hari

dan kalender yang tanggal

kita pernah saling tahu

rasanya sulit;

merapikan rambutmu

yang tak lebih terjangkau

dari peristiwa yang kusut

kau biarkan segala mengepung

kepala –terkadang aku purapura lugu

dan kau melihatnya serupa

serangga menggantung di pucuk

rambut yang takkan pernah bisa

mematahkan rencana–

salonsalon tak pernah teraba oleh kita

karena gunting di dalamnya

mampu memotong rencana yang

serupa kegaduhan

meski kusut,

mampu kubaca banyak peristiwa

yogya, 2007

Jumat, 30 November 2007

Sajak Baru


Kepada Bayang

bila aku lebih cepat musnah

dari pada kau

kirimkan apa yang belum

sempat aku sampaikan pada semesta

bahwa rumah yang paling kekal

adalah kalian

dan bila aku mati kelak

akupun ingin dikubur di hati

kalian saja

bila kau lebih cepat musnah

dari pada aku

aku akan mengenangmu

sebagai kaca yang paling buram

untukku bercermin

saksi yang tak sempat disumpah

karena keburu terbunuh

oleh gelap persetubuhanku

bila aku dan kau samasama musnah

setidaknya, puisiku akan tetap abadi

yogya, 2007

Rabu, 14 November 2007

Sajak Suralaya


Suralaya

Bersama ficky. untuk pacar

pacar.aku membaca puisi

di antara awanawan

tersentuh dingin langit

dan panas bumi

terlihat kotakota

membentang desadesa

dan kurasa kita sama

kecilnya di bawah sana


pacar.aku membaca puisi

di antara awanawan

akan tertinggal suaraku sebagai tunas

di telinga hantu suralaya

dan malam ini ia merasuk disini

menjelma taman metafora


pacar.aku membaca puisi

di antara awanawan

telah kujadikan ia tanda

bahwa hurufhuruf adalah semesta

yang tak pernah selesai

dirangkai katakata


oktober 2007